Para Slankers menyambut kedatangan Slank ini dengan sangat antusias. Ibarat kekasih yang telah lama pergi dan kini akan kembali, penyambutan besar besaranpun dilakukan. Sebulan sebelum kedatangan mereka, para Slankers telah sibuk mengurusi semua keperluan-keperluan serta merancang konsep kegiatan konvoi yang akan di lakukan nanti. Begitu bersemangatnya mereka menyambut tamu istimewanya ini datang.
Terlepas dari status Slankers sebagai pengemar, mereka ingin menunjukkan sikap balas budi kepada Slank. Sebab ketika anak-anak Makassar datang ke rumah mereka alias ke Potlot Jakarta, para Slankers Makassar mendapat sambutan yang hangat serta perlakuan yang lebih. Sebagai orang Makassar ini adalah budaya siri’. Kita akan sangat malu jika orang yang pernah membantu kita di daerahnya lantas datang ke tempat kita lalu kita tidak memperdulikannya. itulah sebabnya para Slankers sangat antusias menyambut tamu ini datang di rumahnya yakni di kota Makassar.
Berhubung kegiatan ini diselenggarakan oleh Yamaha Motor, maka kerja sama dengan pihak penyelenggarapun dibangun secara sehat. Kegiatan konvoi ini bertemakan Yamaha Konvoi Cinta Damai Bareng Slank. Pada awalnya sempat terjadi kendala sedikit bahwa untuk konvoi penjemputan Slank nanti, para peserta harus menggunakan motor Yamaha. Hal ini sedikit memberatkan pihak Slankers sebab sebagian besar dari mereka tidak memiliki motor Yamaha. Masalah ini tidak tinggal didiamkan. Dengan segera kedua belah pihak berusaha mencarikan jalan keluarnya.
Setelah melakukan beberapa kali pertemuan, akhirnya dicapailah kesepakatan yaitu untuk acara konvoi penjemputan nanti, para Slankers bebas memakai motor selain Yamaha. Dengan catatan, mereka berada dibarisan paling belakang. Jadi untuk susunan Konvoi, dibarisan depan adalah Motor Yamaha, kemudian Mobil, lalu dibarisan ketiga mobil jemputan yang membawa Slank dan barisan belakang adalah para Slankers itu sendiri. Kesepakatan ini langsung disambut gembira oleh para Slankers.
Pawai Konvoi Penjemputan Slank
Hari ini cukup cerah untuk wilayah kota Makassar. Terik matahari siang terasa sangat menyengat menemani semangat para Slankers. Sebagian dari mereka yang beragama Islam baru saja selesai melakukan kegiatan Shalat Jumat. Sebuah bentuk pengabdian dan ketaatan kepada tuhan Yang Maha Kuasa. Tampak pada raut wajah mereka terpancar cahaya semangat dan kegembiraan. Canda dan tawa mengisi suasana senang dan bahagia diantara mereka. Hembusan angin sepoi sedikit memberikan kesegaran disela-sela waktu menunggu teman-teman yang belum datang. Waktu telah menunjukkan pukul setengah dua siang. Sesuai hasil kesepakatan rapat kemarin, semua bekumpul di sekertariat paling lambat jam dua.
Matahari masih belum mau berkompromi dengan panasnya. Begitu waktu berlalu, jumlah merekapun kian bertambah. Panitia yang terlebih dahulu hadir mulai mengatur kendaraan para Slankers yang datang. Di bagian sudut tepat dibawah pohon rindang depan sekertariat terlihat beberapa orang berpakaian seragam warna Oranye. Dibelakangnya tertulis Bidadari Penyelamat Makassar. Mereka adalah para Bidadari Penyelamat yang disingkat BP. Kerjanya yaitu mengawal Slank selama kegiatan, mulai dari proses penjemputan, menginap di hotel, saat konser hingga Slank kembali.
Pada kegiatan penjemputan kali ini, Makassar Motor Slankers atau MMS kembali dipercaya menjadi coordinator lapangan mengarahkan Slankers. Robin sebagai ketua tampak sibuk berbincang-bincang dengan para anggotanya mengenai kesiapan jalannya pawai konvoi sebentar.
Ketika semua panitia sudah siap dan para Slankers telah berkumpul, para anggota MMS mulai mengatur posisi mereka. Para Slankers diinstruksikan mengatur posisi motornya karena sebentar lagi mereka akan jalan. Anggota MMS sebagai korlap telah diatur posisinya sesuai sekema perjalanan untuk menjaga Slankers agar para Slankers tetap rapi dalam barisan. Ketika semuanya telah siap, perjalananpun dimulai. Waktu telah menunjukkan tepat setengah tiga.
Dentuman bising suara knalpot mengaung sangat keras. Memekakkan telinga yang berada disekitarnya. Dipinggir jalan terlihat orang-orang menyaksikan sebuah tontonan yang tampak menarik perhatian mereka. Pengendara yang lewat diminta dengan baik untuk menepikan sejenak kendaraannya dan memberikan ruang buat peserta konvoi. Rombongan akan bertolak ke Pusat Yamaha di jalan A.P Pettarani. Disana akan dijemput rombongan dari Yamaha Motor Club.
Tepat didepan gedung TVRI Makassar jalan Kakaktua, salah seorang peserta konvoi terjatuh dari motornya. Namun ini tidak terlalu parah sebab dia hanya tersenggol oleh peserta yang lain. Perjalananpun kembali dilanjutkan. Kini memasuki area pasar Pabaeng-baeng. Perjalanan sedikit terganggu melihat wilayah ini banyak dipenuhi becak dan para pejalan kaki disekitar pasar.
Peserta konvoi kemudian berbelok ke jalan Sultan Alauddin. Setelah tiba di Lampu Merah, mereka berbelok kekiri memasuki jalan A.P Pettarani. Jalan ini cukup luas sehingga memudahkan para Slankers untuk beraksi dengan motor mereka. Korlap yang berada di bagian depan tetap disibukkan dengan para pengendara lain untuk diminta menepikan sejenak kendaraannya.
Akhirnya para peserta tiba di Pusat Yamaha. Kembali beberapa kecelakaan ringan terjadi. Para peserta saling tabrak. Tapi tidak cukup parah. Disana mereka kembali mengatur barisan. Menyesuaikan dengan skema konvoi yang telah disepakati. Pada barisan terdepan sebagai pengawal utama adalah Polisi. Kemudian dibarisan kedua rombongan Yamaha Motor Club bersama mobil. Lalu dibelakangnya para kesatria berbaju Oranye yaitu Bidadari Penyelamat (BP). Dibelakang BP ada MMS sebagai Korlap dan para Slankers.
Setelah pengaturannya telah siap, Polisi sebagai pemimpin perjalanan membunyikan mesin serineinya pertanda perjalanan dimulai. Rombongan peserta konvoi tampak sangat panjang. Jalanan menimbulkan sedikit kemacetan. Ketika memasuki jalan Urip Sumoharjo, orang-orang dipinggir jalan berteriak-teriak Piss sambil mengangkat dua jari mereka keatas. Penonton bersorak sorai mengiringi perjalan mereka. Kendaraan yang berlalu lalang di arah berlawanan jalan terlihat memperlambat kendaraannya. Sepanjang jalan dentuman knalpot berteriak teriak berbaur bersama panasnya pancaran sinar matahari. Sepanjang perjalanan peserta tetap disiplin dengan posisinya. Korlap sibuk memantau di bagian kiri dan kanan juga depan dan belakang. Langit cerah menemani perjalan mereka.
Perjalanan kini memasuki jalan Perintis Kemerdekaan. Setelah melewati patung Ayam Jago di derah Daya, peserta konvoi kembali terjebak macet. Namun itu hanya macet kecil saja. Tidak butuh waktu lama untuk lepas dari jebakan macet tersebut. kemudian barisan kembali diseimbangkan. Perjalanan dilanjutkan. Kini tiba di Lampu Merah perbatasan Maros-Makassar, lalu peserta berbelok ke kanan memasuki Jalan Bandara. Jalan Bandara ini cukup panjang dan sedikit berliku.
Ketika rombongan peserta konvoi memasuki Bandar Udara peserta Yamaha dan BP langsung menuju depan bandara sedangkan Slankers memasuki area parkiran. Disana telah disiapkan tempat oleh petugas bandara sehingga area parkir motor mereka kosong ketika mereka datang.
Para Slankers telah diinstruksikan oleh BP agar tetap ditempat dan tidak mendekati area pintu keluar. Setelah sekitar satu jam menunggu akhirnya Slank turun dari pesawat. Mengetahui idola mereka datang, massa Slankers langsung berhamburan menuju tempat penjemputan. Bidadari penyelamat nampak mulai bekerja ekstra. Mereka menahan para Slankers yang mendekat. Dan usaha mereka kelihatan berhasil.
Rombongan Slank masih berada didalam. Bunda Iffeth dan Masto’ nampak mengintip keluar pintu. Melihat banyaknya massa Slankers, mereka mengurungkan niatnya untuk keluar. Masto’ memanggil BP, setelah berdiskusi beberapa menit, mereka mulai yakin dengan jaminan keamanan dari BP. Rombongan Slank keluar dan langsung masuk mobil. Ketika personel Slank yang keluar, para Slankers bersorak sorai sambil meneriakkan nama-nama idola mereka.
Hanya empat personil saja yang muncul. Kaka, bim-bim, Ivan, dan Abdee. Ridho sudah datang lebih awal bersama istrinya mbak Ony. Mereka ingin berdarma wisata ke Tanjung Bira Bulukumba. Perjalanannya di antar oleh Bang Noi’. Teman akrab Ridho di Makassar.
Ketika rombongan Slank telah masuk ke mobil semua, para peserta konvoi kembali mengatur barisan mereka. Perjalananpun dimulai. Skema perjalanan tetap seperti waktu mereka datang. Rombongan Yamaha didepan, Slank ditengah dan Slankers dibelakang. Dibelakang mobil Slank ada BP yang mengawal. Lalu MMS dibelakangnya. Beberapa Slankers berusaha menerobos mendekati mobil Slank namun dapat ditahan oleh Korlap yakni MMS. BP dan MMS nampak sangat bekerja ekstra selama perjalanan konvoi sampai ke hotel.
Akhirnya peserta konvoi sampai di tempat tujuan terakhir mereka yaitu hotel tempat menginap Slank yakni hotel Horison. Ketika sampai, para Slankers berhamburan memarkir kendaraannya dan langsung menuju depan hotel menemui idola mereka. Tapi lagi-lagi disana mereka harus berhadapan dengan BP. Kali ini kerja BP cukup bagus dalam mengawal Slank.
Hari sudah hampir gelap. Kini para peserta satu demi satu mulai meninggalkan hotel dan kembali kerumah mereka masing. Waktu kini menunjukkan pukul 06.00. Namun masih tampak beberapa yang tinggal. Sepertinya masih cukup penasaran dan ingin sekali menemui idola mereka itu. Biadadari Penyelamat masih tampak siaga satu didepan pintu hotel.
Slank Di Hotel
Setibanya dari bandara, Slank hanya punya waktu tiga puluh menit untuk melakukan istirahat. Karena pukul setengah tujuh mereka akan menggelar konfrensi pers. Suasana diluar hotel tampak mulai lengang. Hanya beberapa saja Slankers yang masih tinggal. Bidadari Penyelamat masih bertugas didepan hotel bersama beberapa anggota MMS.
Konfresi pers digelar didalam ruangan hotel. Tampak banyak sekali wartawan yang datang mengikuti sesi acara ini. Melihat hanya sedikit saja Slankers yang berada diluar, maka BP memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti juga acara konfrensi pers tersebut. Dari pada mereka hanya tinggal duduk bengong diluar.
Acara ini hanya digelar Selama sau jam. Para wartawan tidak menyia-nyiakannya dengan melontarkan berbagai macam pertanyaan. Mulai dari bagaimana eksistensi Slank selama ini, persiapan abum Amerikanya, persiapan tour, sampai kegiatan rutinitas Slank juga ditayakan.
Acara ini berakhir pukul setengah delapan. Ketika acara selesai, Slank kembali kekamarnya. Para wartawan dan Slankerspun satu persatu mulai keluar dari ruangan. BP tetap melakukan tugasnya yaitu menawal Slank. Sebagia juga menjaga dipintu masuk hotel.
Ulang Tahun MSC Yang Ke-10
Tak terasa perjalan Makassar Slankers Club dalam eksistensinya sebagai fans club Slank kini telah memasuki usia yang ke-10 tahun. Selama sepuluh tahun itu pula MSC telah melahirkan begitu banyak ranting Slankers baik didalam kota Makassar sendiri maupun daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Dalam usianya yang sepuluh tahun ini MSC telah banyak melakukan berbagai kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial maupun kegiatan dibidang music.
Sebagai ketua yang selama kurun waktu sepuluh tahun itu tak tergantikan, Gaffar bisa dibilang telah sukses membawa MSC bersaing di pentas komunitas fans club musik di kota Makassar. Ini tak terlepas dari semangatnya untuk terus menyebarkan virus perdamaian Slank.
Seperti kita ketahui, diakhir dekade 1990 – an, komunitas aliran hard music begitu sangat digemari dikota ini. Mulai dari tress, punk, hingga underground. Dimana-mana komunitas ini bertebaran sampai di setiap sudut kota. Hampir tiap minggu mereka mengadakan festival music besar di Monumen Mandala. Inilah cara mereka berpesta untuk berakhir pekan.
Makassar Slankers Club tumbuh dengan jiwa sosial dan respect yang tinggi. Berangkat dari kegiatan-kegiatan sosial, komunitas ini mulai merangkak sedikit demi sedikit. Perlahan tapi pasti, zamanpun mulai berganti, pasar musik dikuasai oleh band-band pop Indonesia. Satu persatu komunitas hard musik mulai runtuh ditelan zaman. Musik mereka sebagian besar sudah tidak disukai lagi.
Slank tetap eksis dengan aliran musiknya yang sangat syarat dengan kritik, sangat menyentuh dan selalu apa adanya. Semua berawal dari sini. Makassar Slankers Club terbentuk secara umum karena adanya kesamaan idealisme yang dibawa oleh Slank. Idealisme itu kemudian dipahami dengan seksama, diresapi, kemudian dikembangkan menjadi suatu kesatuan yang utuh. Membentuk asas-asas sosial lalu dituangkan dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya membangun.
Sejarah bangsa ini adalah sejarah penindasan. Idealisme Slank dalam menanggapi hal ini mengantar kita pada sebuah kesimpulan bahwa perdamaian adalah yang terbaik. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia merupakan sikap yang sangat manusiawi.
Dalam tubuh MSC selalu dijaga impersonalitasnya. Apapun itu kita adalah sama. Harus tetap utuh dalam persatuan. Tindakan-tindakan yang berbau SARA berusaha ditepis dan ditenggelamkan sedalam mungkin hingga tidak muncul lagi kepermukaan. Tradisi inilah yang sering mengganggu keutuhan sebuah persatuan.
Slank Main Ke MSC
Sejak pukul sepuluh pagi tadi para Slankers telah berkumpul di sekertariat MSC jalan Cendrawasih V. mereka berkumpul menunggu kedatangan Slank. Perayaan ulang tahun Makassar Slankers Club kali ini cukup meriah karena langsung dihadiri oleh Slank sendiri.
Pada acara ulang tahun kali ini ada dua ranting Slankers yang akan diresmikan yaitu: Sinjai Slankers Club (SSC) dan Slankers Tanah Mandar (STM). Panitia telah mempersiapakan semua kebutuhan untuk acara ulangtahun ini. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh ketua MSC yaitu Gaffar.
Waktu kini menujukkan pukul satu tepat. Rombongan Slank telah datang ditempat acara. Semua personil Slank beserta Bunda Iffeth turut hadir kecuali para Jaddah yang sibuk mempersiapkan pemanggungan malam nanti. Panitia langsung menyambut dan mempersilah mereka ke tempat yang telah disediakan.
Acara pertama adalah sambutan ketua Makassar Slankers Club yakni Gaffar. Dia mengucapkan banyak terima kasih atas kesempatan rombongan Slank untuk menghadiri acara ini. Sedikit juga bercerita tentang eksistensi MSC selama ini. Lalu dilanjutkan acara kedua yaitu sambutan menejer Slank oleh Bunda Iffeth Sidharta. Bunda Iffeth mengucapkan selamat kepada MSC atas ulang tahunnya yang kesepuluh ini. Gaffar tampak tersipu malu ketika bunda Iffeth menyatakan kekagumannnya karena telah memimpin MSC dengan baik selama 10 tahun dan menjaga agar tetap terjalin persatuannya.
Setelah acara sambutan, kemudian dilanjutkan dengan acara peresmian dua ranting Slankers yang baru. Peresmian ini langsung dipimpin oleh Slank. Acara peresmian ini dilakukan secara simbolis. Slank mengucapkan selamat kepada dua ranting Slankers yang baru saja diresmikan tadi.
Acara peresmianpun telah selesai. Kini memasuki acara inti yaitu pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol perayaan ulang tahun Makassar Slankers Club yang ke-10. jepretan kamera dari berbagai sisi menghiasi acara pemotongan ini. Banyak Slankers yang ingin mengabadikan moment ini. Setelah acara ini selesai kemudian dilanjutkan dengan acara foto bareng personil Slank.
Acara berakhir pukul tiga tepat. Panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada Slank beserta rombongannya untuk menyempatkan waktunya bisa hadir diacara ini. Kegiatan ini diakhiri dengan salam-salaman sambil mengantar Slank masuk ke mobilnya. Acarapun telah selesai.
Koser Slank Di Makassar
Sejak sore tadi suasana depan Monumen Mandala Makassar tampak ramai oleh anak-anak muda. Beberapa diantara mereka memegang paspor berwarna hijau dan merah. Terlihat disudut-sudut mereka nongkrong sambil bersendagurau sesama mereka. Arus lalu lintas masih lancar-lancar saja. Ini karena jalan Jendral Sudirman cukup lebar. Dipakaian mereka tergambar tulisan-tulisan dan logo-logo Slank.
Mereka akan menonton pertunjukan konser Slank malam ini. Dipanggung panitia cukup sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Diseputaran area konser, tampak beberapa petugas keamanan yang berpakaian seragam lengkap mulai menyisir wilayah tersebut. Sebagian yang lain berjaga di area panggung dan pintu masuk. Juga di tempat yang dianggap rawan penonton memanjat pagar untuk masuk menonton konser.
Untuk pintu masuk panitia membagi dua jalan. Penonton pemegang paspor hijau masuk melalui pintu depan, sedangkan penonton pemegang paspor merah masuk melalui pintu samping. Paspor merah merupakan tiket eksklusif. Itu bisa didapatkan jika anda memiliki motor Yamaha. Cukup datang ke Yamaha dengan membawa STNK motor lalu memperlihatkannya dan anda diberikan tiket secara gratis. Sedangkan paspor hijau adalah tiket umum. Cukup dengan sepuluh ribu rupiah, anda sudah bisa mengantongi tiket tersebut.
Hari kini menjadi gelap. Waktu telah menunjukkan pukul setengah delapan. Slank masih berada dihotel. Mereka mempersiapkan segalanya untuk konser sebentar lagi. Didepan hotel BP bersiaga satu untuk mengawal Slank menuju tempat koser. Sementara di Monumen Mandala penonton telah membludak. Mereka semua menanti kedatangan Slank untuk menghibur mereka. Pada bagian pintu depan terlihat penonton berdesak-desakan antri untuk masuk kedalam.
Pemeriksaan petugas keamanan sangat ketat. Sebagian besar penonton yang membawa bendera Slank diperintahkan untuk melepas kayu pengikatnya. “Itu untuk kebaikan anda sendiri” kata salah seorang petugas. Ketika memasuki pintu, seorang petugas berdiri dan menggeledah seluruh badan, ini untuk mewaspadai jangan sampai ada yang membawa senjata tajam.
Didepan panggung penonton telah berkumpul berdesak-desakan memenuhi area pertunjukan. Tidak hanya dibawah, dibagian punggung Monumen Mandala terlihat banyak penonton yang memenuhinya. Mereka begitu bersemangat menyaksikan konser Slank malam ini.
Sebelum Slank menunjukkan aksinya dipanggung, bapak Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo terlebih dahulu memberikan pidato penyambutan. Ini sama seperti Mei 2007 lalu. Ketika beliau masih menjadi calon gubernur, ia juga memberikan pidato penyambutan yang hangat dan menyanyikan lagu ku tak bisa dari Slank. Dan sekarang ketika ia menjadi Gubernur, kembali ia hadir. Bapak gubernur juga penggemar Slank barangkali.
Setelah penyambutan, Slank bersiap-siap dibelakang panggung. MC memanggil Slank diiringi riuh teriakan penonton penuh semangat. Kaka langsung muncul menggebrak suasana dengan lagu Rock N Roll. Seperti ditiupkan roh kedalam tubuhnya, mereka bangkit dan bergoyang penuh semangat. Hiburan malam ini membawa angin segar bagi para Slankers.
Langit cukup cerah malam ini. Banyak bintang berkilauan di angkasa sana. Padahal bulan ini adalah musim penghujan. Lagu-lagu Slank terus mengalun mengiringi haus para penonton yang sudah lama menantikan mereka konser di Makassar. Ketika Slank menyanyikan lagu Orkes Sakit Hati, Slanky-Slanky diminta naik kepanggung untuk berjoget bersama Slank. BP yang bertugas depan panggung membantu mereka untuk naik keatas. Ketika naik, mereka langsung mendakati idola mereka dan bergoyang bersama disebelahnya.
Lagu-lagu Slank begitu akrab ditelinga penonton. Sebagian besar mereka telah menghafal liriknya. Konser berjalan cukup aman. Meskipun sedikit gangguan terjadi karena salah seorang pencopet kedapatan beraksi dan langsung diselesaikan di tempat. Ketika Slank bernyanyi, riuh penonton menyambutnya dengan ikut bernyanyi. Ada yang membentuk lingkaran lalu bergerak berputar mengikuti iringan lagu yang mengalun penuh semangat. Tak henti-hentinya dua jari diangkat keatas sebagai simbol perdamaian yang ditularkan oleh virus Slank sambil berteriak PISS.